Dulu Main di Alfazone, Sekarang Wawancara Pemiliknya

Becoming Journalist...
Mungkin bagi seorang Valen yang masih duduk di bangku SD, adalah cita-cita yang berada di urutan kesekian dari bawah. Atau mungkin gak pernah masuk urutan soalnya gak pernah dibayangkan? But My God is beyond my imagination, beneath my dream, and surprisingly straight to what i do love *inside.

Sekarang, dengan jadi salah satu writer tetap Toddie, setiap sebulan sekalik, saya pasti berkunjung ke salah satu narasumber tetap dalam ranah Psikologi, yaitu Ibu Maria Farida. Beliau kerap kali mengisi kolom di Jawa Pos rubrik tanya jawab tentang dunia anak, dan (ternyata) adalah pemilik dari Baby Smile School serta Alfazone. Baby Smile School adalah day care dan pre-school yang sudah memiliki beberapa cabang di Indonesia. Sedangkan Alfazone, bagi penghuni Surabaya sejak lama, saya rasa cukup mengenalnya. Itu adalah pusat permainan untuk anak-anak dengan fasilitas slurutan/ prosotan super besar dengan berbagai lekuk-lekuk variasi. Dulu sempat bertempat di Plaza Tunjungan, dan sekarang sudah pindah di Bonnet Manyar Kertoarjo Lantai 2.

Hari ini, jadwal interview saya yang biasanya dilakukan di rumah Ibu Farida, berpindah ke Alfazona, karena beliau kebetulan ada perlu di sana. Sembari menunggu kedatangannya, saya duduk di ruang tunggu sambil mengamati tingkah beberapa anak yang bermain-main di perosotan multivariasi di Alfazone tersebut. Memori saya kembali menyeruak ke beberapa tahun yang lalu, saat kelas 3 SD seingat saya. And obviously, it was like 12 years ago!!!!!

Saya masih ingat, masuk di Alfazone harus mengenakan kaus kaki. Dan dengan membayar tiket masuk Alfazone, kita bisa secara gratis mendapatkan kaus kaki putih bergambar maskot Alfazone. Jadi, jumlah kunjungan ke Alfazone bisa dihitung dari jumlah kaus kaki bergambar maskot Alfazone yang saya punyai di rumah. Salah satu bagian dari permainan perosotan yang paling saya sukai adalah, permainan meluncur (seperti Tarzan, istilah saya waktu itu)dari satu sisi ke seberangnya dengan tangan memegang semacam katrol, dari ketinggian sekitar 1,5 m. Makanya ketika beberapa bulan lalu ketika saya pertama kali bertemu dengan Ibu Farida dan mengetahui bahwa ide mendirikan Alfazone berasal darinya, permainan *Tarzan itulah yang pertama kali saya tanyakan. "Yang seluncuran dengan tangan di atas itu masih ada tidak?" tanya saya sambil memeragakan gaya seluncur ala Tarzan. Hehehe...

Lucu juga jika saya ingat lagi, 12 tahun yang lalu, saya di sana (di Tp waktu itu), bermainan seperti kedua anak yang saya lihat tadi. Sekarang, saya di sini. Menunggu bertemu dengan pemiliknya, untuk 'meminta' sebagian pendapatnya sebagai bahan tulisan saya. Dua belas tahun yang tak terduga.

And All You Can Do Is Keep Breathing...

Comments

  1. kok gak main sekalian Len?
    itung2 nambah koleksi kaus kaki Alfazone mu...hihihihihi...

    ReplyDelete
  2. wakakkakak... isa cuklek kabeh mainan e ntar....

    ReplyDelete
  3. Abis ini wawancara pemilik-pemilik yang lain..

    time is moving so fast...

    ReplyDelete
  4. amen! habis ini wawancara pemilik dakon, LEGO, Polly Pocket, Barbie, Sanrio, Walt Disney! Kyaaaaa..... amen amen amen!!!

    ReplyDelete

Post a Comment

thanks!